AKRB BEKALI MAHASISWA PENGETAHUAN DIGITAL CREATIVEPRENEUR

YOGYAKARTA – Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB) Yogyakarta membekali mahasiswa dan mahasiswinya pengetahuan digital creativepreneur dengan menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema ‘’ New Media dan Digital Creativepreneur’’ dengan menghadirkan praktisi konten digital, Sabtu (6/3), dengan nara sumber Dewi Laila Sari, S.Pol, MSc.

Pada kesempatan tersebut, Multimedia Content Designer, Dewi Laila Sari, S.Pol, MSc menjelaskan awal mula dirinya tertarik untuk menekuni konten multimedia. Berbekal dari apa yang dia pelajari sebelumnya di industri media, perempuan yang pernah menjabat sebagai News Producer di Trans 7 dan Executive Producer News Devision serta Executive Producer of Innovation Division di Net TV ini menjelaskan bahwa keterampilan voice over, jurnalistik/reportase, interview, script writing, talkshow, citizen journalism, audio visual, komunikasi, social media strategy  yang sebelumnya dia pelajari ternyata dibutuhkan dalam pembuatan konten digital.

‘’Kemampuan tersebut ikut mendukung dan menunjang kemampuannya dalam membuat konten digital,” jelas perempuan yang kini bekerja di  organisasi non profit Internasional yang berbasis di Amerika Serika ini. Organisasinya juga menjalin kerjasama dengan banyak media digital dan jurnalis di Indonesia, memberikan training,  serta memberikan bantuan pembiayaan. 

Lulusan Master jurusan Media Innovation di NHTV Breda University Belanda ini menjelaskan bahwa saat ini banyak konten digital bertebaran di dunia maya dari yang konsepnya berasal dari mobile journalism, podcast, youtube, dan kanal entertainment stasiun televisi. Konten digital perlu memperhatikan  konten dan distribusi karena content is a king dan distribution is a queen. Oleh karena itu, pembuat konten juga harus menentukan tujuan dibuatnya konten, menentukan audiens-nya, dan platform yang digunakan.

Selanjutnya, seorang konten kreator juga harus bisa menemukan model bisnis di era digital dengan memperkuat kolaborasi, positioning, dan segmentasi. Konten kreator juga harus bisa kreatif dalam membuat  konten dan monetizing, dan mampu mendistribusikan dengan baik kontennya. Dalam hal ini, seorang konten kreator juga harus bisa berkolaborasi dengan baik dengan menyelenggarakan kegiatan offline dan mulai merubah mindset dengan paradigma baru.

‘’Teman-teman harus pelajari strateginya karena masing-masing platform itu berbeda,’’ lanjutnya.

Dosen Mata Kuliah Social Journalism and Broadcasting di Fisip UI ini memaparkan semakin banyak audiens yang disasar dalam suatu konten digital akan semakin baik karena peluang konten itu ditonton akan semakin besar. Seorang pembuat konten dapat mengenal audiens melalui panduan sehingga dapat mengetahui rating suatu konten.  Hal yang paling penting adalah konten tersebut dapat menghibur.

‘’Pertumbuhan industri konten digital dan perubahan switch off stasiun televisi dari analog ke digital jangan lalu membuat gelisah, karena ini menjadi lapangan pekerjaan baru. Perpindahan channel analog ke digital justru akan membuka semakin banyak pilihan, karena semua dapat membuat channel,’’tukas Project Coordinator di Internews ini.

Banyaknya karyawan stasiun televisi yang saat ini pindah bekerja mengelola konten menandakan bahwa membuat konten digital menjadi peluang yang bagus. ‘’Cari niche market-nya. Banyak konten kreator yang bukan dari kalangan artis tetapi isinya bagus-bagus dan viewer-nya banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur AKRB Yogyakarta dalam sambutannya mengatakan dengan membekali mahasiswa dengan digital creativepreneur sangat penting mengingat bahwa saat ini sudah dihadapkan dengan digitalisasi sehingga kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi sangat penting.

Kuliah umum ini dibuka oleh Direktur AKRB Yogyakarta, Arif Budiman, M.M dan dihadiri oleh dosen, karyawan dan mahasiswa yang antusias menyimak penjelasan dari narasumber. Mahasiswa juga aktif melontarkan pertanyaan kepada narasumber.  Kegiatan ini dilangsungkan sebagai pembuka semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021. #Lin

Bagikan :
WhatsApp WhatsApp Kami