Inilah Sejarah Broadcasting Yang Penting Untuk Diketahui
Menurut John Durham Peters dari university of Chicago, Broadcasting atau dalam bahasa Indonesia dimaknai sebagai penyiaran adalah distribusi dari konten audio atau konten video ke audien melalui perangkat elektronik media komunikasi massa , yang menggunakan gelombang radio dari satu (sumber) ke banyak (penerima). Pada masa lalu sebelum ditemukannya gelombang radio yang membuka lembaran baru sejarah broadcasting, segala jalur komunikasi adalah dari satu sumber ke satu penerima.
Sejarah Broadcasting Awal
Penyiaran atau broadcasting pertama kali dimulai pada saat pengiriman sinyal telegraf melalui gelombang udara menggunakan kode Morse , sebuah sistem komunikasi yang dikembangkan pada tahun 1830-an oleh Samuel FB Morse, fisikawan Joseph Henry dan Alfred Vail. Mereka mengembangkan sistem telegraf listrik yang mengirim pulsa arus listrik di sepanjang kabel. Namun pada saat itu penerima hanya menerima kode morse yang harus diterjemahkan.
Kode ini berupa alarm dengan panjang dan pendek dan kombinasi yang bervariasi. Selanjutnya Samuel FB Morse mengembangkan cikal bakal kode Morse Internasional modern untuk komunikasi antar-kapal dan kmunikasi kapal ke daratan. Sistem komunikasi ini kemudia dikembangkna tidak hanya untuk pelayaran, tetapi digunakan pula untuk bisnis, pelaporan berita umum, dan sebagai arena komunikasi pribadi oleh radio amatir.
Pada awal 1920-an siaran radio menjadi berkembang dan memungkinkan diakses oleh setiap rumah tangga. Pada awalnya penggunaan band AM dan kemudian di band FM. Sedanglan penyiaran televisi eksperimen dimulai pada 1920-an dan berkembang setelah Perang Dunia II. Pada awalnya menggunakan gelombang VHF dan UHF.
Penggunaan satelit dimulai pada 1960. Kemudia penyiaran televisi menjadi komersil dimulai pada 1970-an dengan kehadiran DBS (Direct Broadcast Satellites) pada 1980-an. Pada awalnyasemua penyiaran menggunakan sinyal analog dengan menggunakan teknik transmisi analog, tetapi pada tahun 2000an penyiaran beralih ke sinyal digital menggunakan transmisi digital.
Sejarah Broadcasting di Indonesia
Prof. Komans dan Dr. De Groot berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun radio di Malabar, Jawa Barat pada 1925. Kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan Nirom. Tahun 1930 NIVERA (Nederland Indische Vereniging Radio Amateur) yang merupakan organisasi amatir radio pertama di Indonesia berdiri dan disahkan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Ketika Jepang menggantikan menjajah Indonesia berbagai kegiatan radio dilarang oleh pemerintahan Jepang, akan tetapi untuk koordinasi pergerakan kemerdekaan ndonesia, banyak pihak yang melakukan kegiatannya dibawah tanah secara sembunyi-sembunyi agar tidaik diketahui pemerintah Jepang.
Tahun 1945 naskah proklamasi kemerdekaan indonesia dengan menggunakan perangkat pemancar radio sederhana buatan sendiri berhasil di pancarkan oleh pegiat radio amatir bernama Gunawan. Saat ini radio milik gunawan menjadi benda yang tidak ternilai harganya bagi sejarah perjuangan kemerdekaan Imdonesia dan sehingga disimpan di Museum Nasional Indonesia.
PRAI atau Persatoean Radio Amatir Indonesia didirikan pada akhir 1945 dan hal ini menjadikan para amatir radio muda bermunculan dan membuat sendiri perangkat radio transceiver untuk berkomunikasi antar Pulau Jawa dan Sumatera tempat pemerintah semantar RI berada. Selain itu sampai tahun 1950 amatir radio juga banyak berperan sebagai radio laskar.
Pada 1953 Persatuan Amatir Radio Indonesia dibentuk, namun karena bersamaan dengan masa kepemimpinan demokrasi terpimpin, kegiatan seperti ini dilarang dan penyelenggaranya akan dikenai dengan pasal subversif. Kegiatan amatir radio terpaksa dibekukan sampai1965. Pembekuan tersebut diperkuat dengan UU No. 5 tahun 1964 yang mengatur sanksi untuk penyelenggara radio amatir tanpa ijin pemerintah.
Tahun 1966 Orde Lama runtuh, sehingga amatir radio bermunculan kembali termasuk radio Ampera yang merupakan sarana perjuangan persatuan-persatuan aksi dalam perjuangan di masa Orde Baru awal. Sampai pada masa antara tahun 1966-1967 diberbagai daerah dibentuk organisasi-organisasi amatir radio. Pada 9 Juli 1968, berdirilah Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI).
Berdirinya Radio RRI
Radio Republik Indonesia (RRI) di bentuk pada tanggal 11 September 1945 di enam kota dengan pemimpin umum dr. Abdulrahman Saleh. Pada waktu yang sama dirumuskan suatu komitmen yang kemudian hari dikenal sebagai Tri Prasetya RRI yang menegaskan bahwa RRI bersikap netral untuk tidak memihak kepada salah satu aliran, keyakinan, partai, atau golongan tertentu di Indonesia.
Sampai saat ini RRI mempunyai 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan keluar negeri dalam 10 bahasa.
Berdirinya Stasiun Televisi TVRI
TVRI menayangkan secara perdana percobaan siaran langsung upacara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-17 pada 17 Agustus 1962. Sedangkan siaran resmi TVRI baru dimulai 24 Agustus 1962 jam 14.30 WIB yang menyiarkan secara langsung upacara pembukaan Asean Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno di masa itu.
Selama tahun 1962-1963 TVRI berada diudara rata-rata satu jam sehari hingga pada tanggal 16 Agustus 1976 Presiden Soeharto meresmikan penggunaan saatelit Palapa untuk telekomunikasi dan siaran televisi. Sejak saat itulah siaran TVRI dapat diterima di beerapa daerah yang tersebar di Indonesia. Saat ini siaran TVRI sudah dapat menjangkau semua rakyat Indonesia.
Sejarah Televisi Komersil
Siaran komersil swasta pertama yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) berdiri pada 1989. Secara berturut-turut berdiri stasiun televisi, Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Andalas Televisi (ANTV), Indosiar, TV7, Lativi, Metro TV, dan lain-lain. Apalagi setelah Undang-undang Penyiaran disahkan pada tahun 2002.
Jumlah stasiun televisi baru di Indonesia khusus daerah diperkirakan akan terus bermunculan. Sesuai dengan peraturan, siaran televisi terbagi kedalam empat kategori yaitu televisi publik, swasta, berlangganan dan komunitas. Kini pemirsa televisi Indonesia benar-benar memiliki banyak pilihan program televisi. Selain itu beberapa institusi pendidikan yang berkaitan dengan penyiaran seperti sekolah broadcasting juga mulai bermunculan.

